SH dan Pengangguran
“Di tengah peradaban, manusia merana bukan karena terbatasnya kekayaan alam, melainkan karena ketidak adilan manusia.”
Gelar sarjana hukum (SH), memang tidak menjamin penyandangnya pintar segalanya. Bila mereka – dalam pandangan awam diidentikkan dengan pengacara – mengurusi soal penipuan, adakalanya bisa tertipu. Ini terbukti ketika puluhan sarjana hukum lulusan Fakultas Hukum (FH) UNS (Universitas Sebelas Maret) Solo justru tertipu seorang pengangguran.
No trackbacks yet.