Dasar Hukum dan Kompetensi yang Diharapkan dalam Pendidikan Pancasila

a. Undang-undang Dasar 1945

Bab X : Pasal 26 tentang warga negara. Pasal 27 : 1, segala warga negara bersamaan kedudukan di dalam hukum dan pemerintahan dan wajib menjunjung tinggi hukum dan pemerintah tidak ada kekecualian. Pasal 27 : 2, tiap-tiap warga negara berhak atas pekerjaan dan penghidupan yang layak bagi kemanusiaan. Pasal 27 : 3, setiap warga negara berhak dan wajib ikut serta dalam upaya bela negara.

Bab XI : pasal 28 sampai dengan 28j tentang hak asasi manusia. Bab XII Pertahanan Negara, Pasal 30 ayat 1, tiap-tiap warga negara berhak mendapat pengajaran.

b. Undang-undang No. 20 tahun 1982 tentang ketentuan Pokok Hankam Negara Republik Indonesia. Pasal 1 ayat 2 dan ayat 6, pasal 18, pasal 19 tentang Bela Negara dan PPBN.

c. Undang-undang no. 2 tahun 1989 tentang Sistem Pendidikan Nasional Bab IX pasal 39 ayat 2 tentanh kurikulum Pendidikan semua jenis dan jenjang wajib memuat : Pendidikan Agama, Pendidikan Pancasila, dan Pendidikan Kewarnegaraan.

Kompetensi yang diharapkan

Kompetensi artinya seperangkat tindakan cerdas, penuh rasa tanggung jawab yang harus dimiliki seseorang yang sebagai syarat untuk dapat dianggap mampu melaksanakan tugas-tugas di bidang pekerjaan tertentu. Sifat cerdas ialah tampak pada kemahiran, ketepatan dan keberhasilan bertindak. Sifat tanggung jawab terlihat sebagai kebenaran tindakan, dipahami dari nilai-nilai IPTEK, etika ataupun kepatuhan ajaran Agama dan Budaya.

  1. Membuahkan sikap mental yang cerdas, penuh rasa tanggung jawab dengan perilaku:
    • beriman dan bertakwa kepada Tuhan yang MAha Esa dan menghayati nilai-nilai bangsa
    • Berbudi pekerti luhur, berdisiplin dalam bermasyarakat, berbangsa dan bernegara
    • Bersikap rasional, dinamis, sadar akan hak dan kewajiban sebagai warga negara.
    • Bersifat profesional yang dijiwai kesadaran bela negara
    • Aktif memanfaatkan IPTEK dan seni untuk kepentingan kemanusiaan, bangsa dan negara.
  2. Warga negara yang mampu memahami, menganalisis dan menjawab masalah yang dihadapi masyarakat, bangsa dan negaranya secara berkesinambungan dan konsisten dengan cita-cita dan tujuan nasional.
  3. Warga negara yang menjadi filter bangsa dalam mengadaptasi perkembangan ilmu, kemajuan teknologi dan masuknya budaya asing, dalam memelihara stabilitas nasional.
  4. Warga negara yang menjadi pejuang bangsa yang mau berbuat banyak dalam membangun bangsa dan negara sendiri, baik untuk keamanan maupun kesejahteraan dalam mencapai tujuan nasional.
  5. Warga negara yang selalu menumbuhkembangkan kesadaran nasional dalam memahami hak dan kewajibannya serta pelaksanaan bela negara.
  1. No trackbacks yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: