SH dan Pengangguran

“Di tengah peradaban, manusia merana bukan karena terbatasnya kekayaan alam, melainkan karena ketidak adilan manusia.”

Gelar sarjana hukum (SH), memang tidak menjamin penyandangnya pintar segalanya. Bila mereka – dalam pandangan awam diidentikkan dengan pengacara – mengurusi soal penipuan, adakalanya bisa tertipu. Ini terbukti ketika puluhan sarjana hukum lulusan Fakultas Hukum (FH) UNS (Universitas Sebelas Maret) Solo justru tertipu seorang pengangguran.

Advertisements
  1. No trackbacks yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: